Selasa, 16 September 2014

Nasibnya Kini; Rumah Tempat Dilahirkannya Nabi Saw.





Musim ibadah haji, coba tengok tempat dilahirkannya Nabi Muhammad Saw. yang kini dirubah. Di bagian depannya tertulis مكتبة مكة المكرمة (Perpustakaan Makah al-Mukarramah), yang sejatinya sebagai cara halus pengaburan sejarah itu. Pintunya selalu terkunci dan dijaga polisi.

Konon dikhawatirkan akan banyak jamaah haji atau jamaah umrah yang syirik-musyrik alias “saudara kembarnya” Ahli Bid’ah, sehingga ditempeli sedemikian rupa tulisan berbagai bahasa (agar dipahami jamaah) dari berbagai negara yang intinya sebagai upaya “Pemurnian Tauhid” ala warisan Raja Ibn Saud itu.

Siapapun jamaah haji atau jamaah umrah, yang mendekati pintu bangunan yang tidak jauh dari Jabal Marwah(Finish Syai itu), maka akan dihardik oleh Polisi Masjid Haram yang bertugas menjaga tempat tersebut.

“Jika sebelum-sebelumnya hanya bisa lihat dari luar, namun Alhamdulillah mulai umrah tahun 2012 saya bisa masuk dan berlama-lama untuk baca kitab-kitab yang mayoritas Ahlussunnah dan anti bid’ah -versi mereka itu. Seraya saya bertafakkur di dalam rumah yang dulu tempat dilahirkannya manusia suci Nabi Muhammad Saw. junjungan kita itu.” Tutur KH. Nasrulloh Afandi, kader NU di Maroko yang juga kandidat Doktor Maqashid Syariah di Universitas al-Qurawiyin Maroko.

“Dalam foto (2012) ini”, lanjut kyai muda asal Indramayu ini, “adalah kondisi saat ini di dalam rumah tersebut, setelah dikaburkan dari bentuk aslinya. Dan pintunya selalu terkunci itu. Foto saya bersama Mudir (ketua) “Perpustakaan” (dengan tanda petik) tersebut. Alhamdulillah saya sudah kenal baik dengannya. Termasuk sewaktu-waktu saya butuh kitab, ia berkenan mengirimnya.”


Label: ,

Minggu, 03 Agustus 2014

Kopdar Sarkub Wilayah Tegal-Brebes 2014



Halal Bihalal dan Kopdar Sarkub Wilayah Tegal dan Brebes dilaksanakan pada Ahad 3 Agustus 2014 M/7 Syawal 1435 H pukul 09.00-14.00 WIB. Tempat di kediaman Ustadz Afif Alghifary, Pasar Pesayangan, Kec. Talang, Kab. Tegal. Dihadiri oleh KH. Thobary Syadzily al-Bantani. (http://tegal.sarkub.com).
































Label: , ,

Minggu, 13 Juli 2014

Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Gus Dur





Mungkin bagi sebagian orang menyangsikan ada hubungan akrab antara as-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dengan Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Padahal kalau kita mau menengok sejarah, kakeknya, as-Sayyid Abbas bin Abdul Aziz al-Maliki adalah guru dari kakeknya Gus Dur, KH. Hasyim Asy’ari sang pendiri NU. Banyak ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama yang juga menimba ilmu darinya. Jadi sangat wajar jika hubungan abtara Abuya al-Maliki dengan Gus Dur terbilang mesra, sebagaimana hubungan kedua kakeknya dulu.

Suatu hari, Gus Dur yang waktu itu masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, berkunjung ke kediaman as-Sayyid Muhammad al-Maliki di Mekkah. Gus Dur ditemani oleh KH. Said Aqil Siroj dan Ghofar Rahman, sekjen Gus Dur.

Sebagai ulama terkemuka, as-Sayyid Muhammad al-Maliki selalu dikunjungi oleh tamu dari berbagai negara. Sewaktu Gus Dur datang ke kediamannya, di ruang tamu sudah banyak sekali orang yang mengantri. Begitu Gus Dur datang, ia langsung dipersilakan masuk. Bahkan diajak berbincang di kamar tidur pribadi as-Sayyid Muhammad, bukan di ruang tamu. Gus Dur dikasih uang, arloji mewah dan barang berharga lainnya sebagai tanda penghormatan.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. DR. KH. Said Aqil Siroj mengggambarkan: “Begitu hormatnya mereka berdua. Dan mereka bukan orang sembarangan.”

Tepat di malam Jum’at waktu sahur, as-Sayyid Muhammad al-Maliki menghembuskan nafas terakhirnya. Pada malamnya beliau tidak mengajar kitab-kitab, namun banyak menceritakan perihal surga dan menyatakan hasratnya untuk bertemu dengan ayahandanya, as-Sayyid Alawi al-Maliki.

Beliau wafat hari Jum’at tanggal 15 Ramadhan 1425 H, bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M. Jenazahnya lalu dimakamkan di pemakaman al-Ma’la di samping makam istri Rasulullah Saw., Sayyidah Khadijah al-Kubra Ra. Lahuma al-Fatihah...

Keterangan foto: Kunjungan Gus Dur ke kediaman Abuya as-Sayyid Muhammad al-Maliki

Sya’roni As-Samfuriy, Cikarang Selatan 14 Juli 2014


Label: , ,

Minggu, 30 Maret 2014

Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un, Telah Wafat Macan Bekasi KH. Asymawi Madali





Kami turut berduka atas meninggalnya guru kita semua, murabbi arwahina KH. Asymawi Madali yang meninggal tadi malam pukul 20.10 WIB di Harapan Jaya Bekasi Utara-Bekasi. Meninggal pada usia 97 tahun.

Beliau adalah murid terakhir yang meninggal dari KH. Noer Ali, KH. Mukhtar Thabrani dan KH. Muhajirin Amsar Addari. Tiga kyai ini dikenal dengan sebutan “3 Macan Bekasi”. Beliau salah satu kyai yang pernah dikunjungi Gus Dur pada tahun 2002 silam. Andai dulu sempat mondok di Tebuireng, mungkin jadi salah satu santri Mbah KH. Hasyim Asy’ari yang masih hidup. Namun karena kondisi Bekasi saat itu yang keras akan penjajahan membuatnya tidak bisa ke mana-mana.

KH. Shodiqin Akhyar pernah berkata bahwa beliau adalah kyai yang sangat ikhlas. Tidak berkenan masuk partai, bahkan masuk jajaran pengurus struktural NU pun tidak mau meskipuin beliau NU tulen, fanatik Mbah Hasyim Asy’ari dan Gus Dur. Hanya mau berjuang untuk NU di tataran masyarakat bawah saja. Ditawarkan pun tidak pernah mau. Beliau mau membela NU mati-matian untuk masyarakat langsung tanpa harus menjadi struktural NU.

Insya Allah jenazah akan dimakamkan siang ini ba’da Dzuhur. (Sumber info: Gus Mu’tashim Billah, santri dan khuwaidim PP Tebuireng 2004-sekarang).

Mohon hadiah surat al-Fatihah untuk beliau. Lahu al-Fatihah…

Label: